Free Flaming Soccer Ball Cursors at www.totallyfreecursors.com
Dhewa crimson

banjhirrrrr

Rabu, 04 April 2012

lurusin rambut pakai daun seledri (hoax)


kemaren2 ane browsing dan nemu info info kalo seledri bisa buat lurusin rambut.
namanya memperbaiki keadaan kan gak ada salahnya,langsung ane coba gan sampai 2minggu berturut-turut....
lumayan hemat dollar gan....

ternyata eh ternyata makin keriting gan.
semoga info saya dapat membantu ^_^

sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13030932

LUPA DITERBITKAN


Semester 4, ya setengah jalan sudah saya lalui di UNIVERSITAS GUNADARMA
begitu banyak para dosen-dosen pengajar yang telah saya temui disini termasuk Ibu Ira Phajar Lestari sebagai dosen pengajar mata kuliah SOFTSKILL Teori Organisasi Umum.
Disini saya akan menjelaskan sedikit tentang bagaimana beliau yang menurut saya cantik sebagai seorang dosen pengajar. hehe

Yup, saya mulai saja dari segi penampilan.
Karena saya seorang lelaki namun dimata saya beliau cukup cantik sebagai seorang dosen pengajar dan juga terlihat modis karena terlihat mengikuti fashion jaman sekarang namun tetap terlihat rapih dan sopan, kalau ada foto beliau paling sudah saya posting sebagai bukti dari perkataan saya tapi untungnya saya tidak punya takut pada naksir nanti ^_^.

Untuk yang kedua dari segi karakter beliau.
Karena saya belum mengenal pribadi beliau secara menyeluruh namun saat beliau mengajar menurut pandangan saya beliau sangat disiplin!, itu tergambar saat beliau memasuki dan meninggalkan ruang kelas dengan tepat waktu. Tegas, ya itu terlihat ketika beliau mengajar dengan nada yang tidak pelan juga tidak terlalu keras, namun banyak yang menilai beliau itu galak! Ingat galak dan tegas itu berbeda.

Untuk yang terakhir.
Tidak selalu positif seperti yang telah saya tuliskan di atas, namun semoga hanya sebagai kritik yang membangun bukan untuk menjelek-jelekkan karena saya selalu respect terhadap semua dosen-dosen pengajar. Sebagai seorang mahasiswa tentu sangat menginginkan ke-enjoyan sangat belajar agar apa yang telah diajarkan dapat mudah dimengerti. Disini beliau mungkin Disiplin dan Tegas, namun banyak yang menganggap beliau cukup galak sehingga kadang cukup tertekan dan terkesan takut jikalau nilainya nanti akan jelek, memang terkadang ada saja mahasiswa yang kurang mengerti dan paham oleh apa yang telah diajarkan namun disini saya berharap kebaikan hati beliau agar nilai mahasiswa yang kurang tidak terlalu jelek (ya dibagusin dikit hehe)

Maaf kalau tulisan saya jelek karena manusia tidaklah sempurna pasti ada saja kekurangannya namun dibalik kekurangan saya (sangat kurang malah hehe) saya selalu berusaha menghidupi diri saya sendiri dengan tidak merepotkan orang tua saya setelah ditinggal oleh alm. ayah saya (maaf malah jadi curhat)
Semoga tulisan saya ini cukup membantu dan maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan karena Tulisan ini adalah fiktif belaka, mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tokoh, karakter ataupun peristiwa.
Wassalam ^_^

Jumat, 30 Maret 2012

Peringatan bagi yang bersepeda!


Ini dia nih kendaraan yang ramah lingkungan.
Yup, buat yang suka naik sepeda, apalagi naik sepeda malem-malem, harus mulai berhati-hati nih! Belakangan ini ada modus operandi kejahatan baru yang targetnya adalah pengendara sepeda yang "bermerek" yang harganya berkisar 20 juta keatas.
Mungkin karena semakin banyak orang yang sudah mulai menggunakan sepeda untuk bekerja atau berpergian jarak pendek di Jakarta, maka terciptalah strategi kriminal baru ini.
Yang dibutuhkan modus operandinya adalah:
2-3 orang nekat.
1 sepeda motor.
1 mobil pick-up.
Modus operandi:
Pengendara motor seolah tidak sengaja menabrak pengendara sepeda hingga terjatuh.
Ketika mencoba membantu pengendara sepeda tersebut tiba-tiba datang dua orang dengan mobil bak terbuka segera menaruh sepeda ke dalam mobil sambil berkoordinasi dengan teman yang lain lalu segera cabut dari lokasi.
Mereka lalu akan menpreteli sepeda tersebut lalu kemudian menjual tiap spare partnya secara terpisah di situs forum jual beli.
Bagi pengguna sepeda berhati-hatilah kalau sedang bersepeda sendiri, apalagi di malam hari.
Jangan lupa sebarkan informasi kepada orang-orang disekitar kamu yang juga pengendara sepeda!

Rabu, 28 Maret 2012

Kamis, 02 Februari 2012

BAMBANG PAMUNGKAS, idola, panutan dan seribu kata yang tak pernah cukup....


Siang itu kegiatan gw membaca tabloid kesayangan gw agak terganggu oleh ulah dua bocah yg “beradu” argument.
“Bepe yg paling jago, nyundulnya hebat” ujar bocah yg kebetulan saat itu memakai jersey persija bernomor 20 bertuliskan BAMBANG P di bagian belakangnya.
“Gak bisa, gonjales paling jago” bocah satunya tak mau kalah mengeluarkan pujian pada pemain jagoannya,dan kebetulan pula dia memakai kaos merah timnas dengan nama GONZALES
Kegiatan membaca gw benar-benar gw hentikan, ehmmmm Bambang Pamungkas, sosok yang tak mungkin di lepaskan dari hingar bingar sepakbola nasional dalam kurun waktu 1 dekade terakhir.
Pemain kelahiran salatiga, 10 Juni 1980 ikon klub PERSIJA JAKARTA, satu-satunya klub profesional dalam negeri yg pernah ia bela hingga saat ini, loyalis yang mungkin akan sangat sedikit kita jumpai keidentikannya sekarang ini.
Awal karirnya, kesan yang timbul ketika di sebutkan nama bepe adalah jago header. Ya, Bepe adalah penyundul kelas wahid negeri ini, yang jika diperhatikan lebih seksama sangat kontras dengan tinggi badannya “hanya” 168 cm.
Tapi kini orang (gw khususnya) mengenal sosok Bambang pamungkas bukan hanya sebagai raja udara,
tapi lebih dari itu, berbicara skill maaf kalo gw berani menyebut bambang adalah tipikal pemain dengan teknik komplet, kaki kanan,kiri dan kepalanya hidup, tendangan bebasnya pun berkelas.
Selain itu seorang bepe adalah profesional sejati, loyalis, santun, pintar, dan pemain tingkat intelejensia yg tinggi karena satu dari sedikit pemain Indonesia yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa inggris dengan baik, ganjaran yang sudah sepantasnya didapatkan disaat Ban KAPTEN timnas yg membebat lengannya.
Gw adalah satu dari mungkin ribuan orang melek bola yang menjadikan Bambang Pamungkas panutan tidak saja di dalam tapi juga di luar lapangan, dan konyolnya ada orang yang “benci” pada sosok pemain yg hingga kini adalah pemegang rekor caps dan gol terbanyak di timnas Indonesia.
Maaf bukan gw terjebak fanatisme buta, tapi gw belom bisa menemukan alasan yang tepat membuat mereka membenci Bepe, sebagai contoh, bepe lamban? kenapa itu tak dijadikan alasan 5-7 tahun lalu?
Bepe tidak produktif? dia adalah 1 dari 2 pemain lokal ( bersama boas, tanpa menghitung el loco yang naturalisasi ) yang selalu konsisten berada di daftar top skor liga tiap musimnya.
Jadi, beri alasan yang tepat dan jangan asal bilang benci dan mengolok olok kapten timnas tanpa sebab yg jelas, sebelum mencibir bepe liat apa yang sudah idola lo atau diri lo lakukan untuk sepakbola negeri ini?
Selalu gw bilang, membicarakan seorang Bambang Pamungkas tidak akan cukup dengan media sebuah buku yang terbatas halaman, Bepe adalah cerita trailer yang akan terus berseri dan kita akan terus di buat menebak apa cerita selanjutnya.
Semakin kita keras berusaha menebak maka makin sulit menemukan jawabannya karena yang tahu apa isi dari cerita selanjutnya adalah sang khalik sebagai penulis skenario dan Bambang Pamungkas sendiri sebagai tokohnya.
Selama Bepe masih berperan dan berkenan memberikan sumbangsihnya pada bola negeri ini (yang semakin tidak jelas juntrunganya paling tidak melihat kondisi saat ini), alangkah baiknya yg kita berikan adalah support, dukungan dan motivasi bukan malah cacian, makian atau olok-olok konyol yang tidak ada gunanya. (Repez-JO)
GUA ANGKAT RESPEK TINGGI BUAT IDOLA GUA BAMBANG PAMUNGKAS…
JUGA BUAT LO YG GAK MENYUKAI BELIAU TAPI MENUNJUKAN SIKAP ELEGAN SEBAGAI SEORANG MAKHLUK SOSIAL YANG D KARUNIAI RASA SALING MENGHORMATI.
MAJU TERUS KAPTEN…….
BAMBANG PAMUNGKAS20

"Fanatisme Buta, Wajah Sepakbola Indonesia"


Ungkapan sepakbola menjadi sebuah agama baru akan mendekati kebenaran melihat kondisi persepakbolaan di Indonesia belakangan ini. Bukan hanya soal tawuran antar suporter dimana mungkin suporter sudah lupa mana yang benar dan salah dan hanya mimiliki asumsi bahwa klub kesayangannya lah yang harus dibela. Namun melihat polemik berkepanjangan dalam dualisme kompetisi sepakbola Indonesia saat ini, mana yang salah dan mana yang benar seolah sudah ditinggalkan hanya demi sebuah fanatisme buta.

Dahulu ramai-ramai pencinta sepakbola Indonesia menyerukan supaya Nurdin Halid mundur sebagai Ketua Umum PSSI. Esensi dari keinginan pencinta sepakbola Indonesia agar Nurdin Halid mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI adalah kebijakan-kebijakannya yang seringkali tidak sesuai dengan semangat olahraga, tidak adanya transparansi dalam pengelolaan PSSI baik dari segi kebijakan hingga soal keuangan, dan yang terpenting tidak adanya prestasi membanggakan yang diraih sepakbola Indonesia.

Namun kini setelah Nurdin Halid tidak menjabat lagi sebagai Ketua Umum PSSI, publik seolah sudah menang dan lupa dari esensi untuk membangun sepakbola Indonesia menuju lebih baik. Mirisnya sebagian besar dari yang “katanya” menginginkan perubahan kini seolah berbalik mendukung tidak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan roda persepakbolaan Indonesia.

Ketika Liga Super Indonesia (ISL) digelar, ternyata banyak klub yang tidak peduli bahwa ibaratnya penyelenggara ISL, PT. LIga Indonesia, masih dijadikan tersangka dari kasus transparansi pengelolaan keuangan dan masih menjadi sengketa soal status kepemilikannya. Meskipun belum ditetapkan sebagai terpidana, namun alangkah lebih bijak apabila klub-klub menunggu kejelasan status hukum dan transparansi PT. Liga Indonesia sebelum mengambil keputusan ikut serta dalam kompetisi yang diselenggarakan PT. Liga Indonesia apalagi mandat PT. Liga Indonesia sudah dicabut oleh pemberi mandatnya yaitu PSSI sebagai institusi resmi bukan personal.

Pernyataan CEO PT. Liga Indonesia, Joko Driyono, bahwa diselenggarakan Liga Super ini adalah keinginan klub sebagai pemilik saham terbesar mereka patut dipertanyakan. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan PT. Liga Indonesia beberapa waktu lalu hanya diikuti 13 klub. Kalau mau kita jujur dalam melihat realita, klub-klub Divisi Utama yang dikatrol masuk ke Liga Super baru memberikan konfirmasi keikutsertaan mereka jelang bergulirnya ISL. Bahkan PSMS Medan yang awalnya akan ikut kompetisi yang diselenggarakan secara resmi oleh PSSI, baru berubah haluan setelah masuknya investor dari PT. Bakrie Sumatra Plantations.

Lagi-lagi klub tidak peduli dengan hal tersebut. Mereka berdalih tetap berpatokan pada hasil Kongres Bali yang diselenggarakan Januari lalu, dimana PT. Liga Indonesia merupakan penyelenggara kompetisi sepakbola Indonesia. Dalam Kongres Bali, jelas asumsi saat itu yang ada adalah satu-satunya badan hukum yang menyelenggarakan kompetisi sepakbola Indonesia. Asumsi tersebut sepatutnya berubah seiring dengan tidak adanya laporan keuangan kepada PSSI dan ditolaknya auditor yang ditunjuk PSSI sebagai dasar untuk membenahi PT. Liga Indonesia. Akan tetapi hasilnya sekali lagi sungguh mengejutkan, klub-klub tak mau ambil peduli dan tetap merasa nyaman dengan kebiasaan pengelolaan kompetisi yang diselenggarakan PT. Liga Indonesia.

Munculnya kembali Divisi Utama versi PT. Liga Indonesia semakin memperkeruh kondisi persepakbolaan nasional. Lagi-lagi yang menjadi alasan pembenaran adalah keputusan Kongres Bali. Kalau mau dicermati ada yang janggal dari pembenaran ini, CEO PT. Liga Indonesia, Joko Driyono, mengungkapkan bahwa subsidi untuk klub Divisi Utama sebesar 500 juta yang lebih besar dari keputusan Kongres Bali dimana saat itu diputuskan subsidi untuk klub Divisi Utama sebesar 300 juta. Apakah dengan tambahan subsidi sebesar 200 juta ini lalu pengurus klub-klub Divisi Utama yang menggunakan alibi mengikuti hasil keputusan Kongres Bali harus tergadai idealismenya? Sungguh sebuah pembenaran yang sebenarnya sangat lucu.

Semangat pembenahan sepakbola Indonesia yang sedang akan dimulai rasanya sudah mulai luntur akibat ketidakmampuan pengurus klub untuk keluar dari zona nyaman dan aman yang sudah menjadi kebiasaan mereka selama ini. Hal ini diperparah dengan fanatisme suporter yang lebih condong membela klubnya daripada mengutamakan pembenahan dalam konteks sepakbola nasional, padahal mereka tahu bahwa dalam beberapa tahun terakhir ada hal-hal yang melenceng dari semangat pembinaan sepakbola nasional. Ya, inilah wujud fanatisme buta dari wajah persepakbolaan Indonesia.

Kepada PSSI, diharapkan bisa segera menyelesaikan permasalahan, semoga ancaman dan gangguan ini tidak merubah semangat PSSI untuk membenahi sepakbola Indonesia. Yang terkait dengan hukum positif yaitu transparansi keuangan dan kepemilikan saham PT. Liga Indonesia wajib segera diselesaikan melalui proses hukum yang ada di Indonesia ..

MARAKNYA NARKOBA DIKALANGAN REMAJA KINI


1. DEFINISI NARKOBA
Ada banyak kepanjangan dari narkoba yang kini beredar di masyarakat, di antaranya:
1. Narkotika dan Obat-obatan Terlarang
2. Narkotika dan Obat-obatan berbahaya
3. Narkotika, Psikotropika, dan Obat-obat berbahaya
Dasar terjemahan narkoba sebenarnya memang sangat tidak jelas. Secara umum narkoba adalah terjemahan dari kata Narkotika, dan Bahan-bahan berbahaya. Bahan-bahan berbahaya ini termasuk di dalamnya obat-obatan yang tidak mempunyai kandungan Narkotika (sekarang disebut Psikotropika), alkohol, dan zat-zat cair atau padat lainnya seperti pestisida, limbah-limbah beracun. Selanjutnya muncul istilah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat-zat Adiktif lainnya).
Untuk melihat apa patokan pengertian dari narkoba yang sesungguhnya, maka kita lebih baik merujuk kepada perundang-undangan di Indonesia yang mengatur lebih lanjut narkoba.
• UU No. 9 Tahun 1976
Sebelum tahun 1997, narkoba diatur dalam UU No. 9 Tahun 1976. Sedangkan untuk psikotropika, belum ada undang-undang yang mengatur. Psikotropika hanya diatur sebatas dalam UU Kesehatan dan berbagai Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri Kesehatan.
• UU No. 5 Tahun 1997
Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, ternyata psikotropika keberadaannya banyak disalahgunakan dan dijual dalam perdagangan gelap. Karena ketidaktegasan dalam aturan, maka dibuatlah UU No. 5 Tahun 1997.
Dalam Pasal 1 ayat 1 terdapat pernyataan berbunyi, “Psikotropika adalah zat atau obat, baik yang alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. Disebutkan pula yang termasuk psikotropika adalah ekstasi, shabu-shabu, obat penenang/ obat tidur, obat anti depresi, dan obat anti psikosis.
• UU No. 22 Tahun 1997
Undang-undang ini keluar bersamaan dengan UU No. 5 Tahun 1997 mengenai Psikotropika dan merupakan pengganti UU No. 9 Tahun 1976. Undang-undang ini ditambah dengan penambahan maksimal hukuman serta denda dan perubahan lainnya.
Dalam undang-undang ini, termaktub pengertian mengenai narkotika dalam Pasal 1 ayat 1, yaitu “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan ke dalam golongan-golongan”.
Dalam undang-undang ini, narkotika dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:
o Golongan opiate: heroin, morfin, candu, dll.
o Golongan kanabis: ganja, hashis, dll.
o Golongan koka: kokain, crack, dll.

2. SEJARAH SINGKAT PENYEBARAN NARKOBA
Masalah narkoba ini mulai muncul ke permukaan sebagai suatu sebab yang menakutkan dalam kaitannya dengan kehidupan generasi penerus bangsa sekitar awal tahun 80-an. Sebelum tahun itu, sering terdengar kata morphinis yang disandang oleh para pengguna narkoba. Hanya saja, saat itu belum banyak orang memperdulikan masalah ini karena pada umumnya penggunanya hanya merupakan kalangan elite saja. Seperti yang digambarkan dalam film-film, narkoba dalam bentuk morphin ini menjadi monopoli mafia-mafia dan menjadi komoditas berharga tinggi.
Lama-kelamaan, narkoba telah merambah ke semua golongan, entah elite atau golongan kelas bawah secara pesat. Akibatnya semua golongan ikut merasakan kegelisahan akan hal ini, apalagi dampaknya yang tidak tanggung-tanggung.
Berikut ini adalah data-data statistik mengenai penyebaran narkoba di Indonesia:
• Data meningkatnya jumlah penderita HIV di Yogyakarta tahun 2006 yang mencapai “minimal” 308 penderita berdasarkan temuan Dinas Kesehatan DIY, angkanya untuk pemakai narkoba member kontribusi yang sangat besar. Perubahan pola konsumsi pemakai narkoba, dari pola hisap dan telan ke pola suntik.
• Pada tahun 2006, ada lima juta pecandu narkoba. Satu juta di antaranya dinyatakan positif terkena HIV. Angka pecandu ini mengharuskan dibukanya ruang konsultasi, adanya media curhat, pelayanan pendampingan dan sarana penampungan kreatifitas yang bisa mengalihkan perhatian pecandu. Gerakan bersama antar komponen ini diharapkan bisa menolong para pecandu narkoba.

3. MACAM-MACAM NARKOBA DAN ISTILAHNYA
Ada macam-macam jenis narkoba yang telah ditemukan. Namun di sini akan dijabarkan beberapa saja dari golongan narkoba maupun psikotropika.
Jenis narkoba:
• Heroin: Putaw, Pete, Bedak,
• Morphin
• Cocain
• Ganja: mariyuana, gelek, rumput, cimeng, mBako
• Codein, dll.
Jenis psikotropika:
• Shabu-shabu: SS, Kristal, Ubas, Blue eyes, Tawas
• Ekstasy: Inex. X,kancing
• Pil koplo: Magadhon, Rohipnol, Leksotan, BK, Valium, dan lain-lainya yang masuk daftar ‘G’.

4. PENYEBAB REMAJA MENGKONSUMSI NARKOBA
Beberapa faktor-faktor penyebab remaja rentan mengkonsumsi narkoba adalah karena:
Pergaulan (teman)
Usia remaja adalah usia di mana anak-anak sedang mencari jati diri dan merupakan peralihan dari usia anak-anak menuju ke tingkat dewasa. Istilahnya mereka masih meraba-raba masa depan mereka. Apabila mereka salah memilih jalan dan berada dalam lingkungan pergaulan yang salah, mereka mungkin dengan kepolosannya mau-mau saja masuk ke lingkungan pecandu narkoba apabila tak dipandu dan diarahkan dengan benar.
Coba-coba
Umumnya, pada usia remaja, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang amat besar. Dengan sedikit iming-iming menggairahkan, maka anak-anak bisa terjebak untuk mencoba apakah benar narkoba itu enak atau tidak. Namun, rupanya narkoba bagaikan lumpur hidup yang mampu menjebak orang selamanya untuk berada di situ walau masuk sedikit saja.
Ingin lari dari masalah
Narkoba bagaikan cokelat. Ia menawarkan kenikmatan dan ketenangan dengan candunya. Itulah yang dibutuhkan oleh jiwa-jiwa yang penat dengan masalah. Ia bisa menyingkirkan masalah-masalah rumit dari otak. Namun perlahan-lahan dan dengan tidak disadari, ia membawa malapetaka besar di kemudian hari.
Faktor keluarga yang kurang mendukung
Remaja memang lebih sensitif dan peka pada lingkungan keluarganya dibandingkan pada fase-fase sebelumnya. Melihat keluarganya yang bermasalah, hal itu bisa membuat mereka sedih. Lalu mereka mencari jalan keluar untuk menghilangkan kesedihannya karena merasa kurang diperhatikan karena keluarganya lebih sibuk mengurusi masalahnya sendiri.
Ketika ia salah jalan, narkoba bisa menjadi opsi pelampiasannya karena narkoba menawarkan kenikmatan dan ketenangan yang tidak mereka rasakan saat di lingkungan keluarga. Biasanya kasus ini sering terjadi pada remaja yang tumbuh dalam keluarga broken home.
Pada intinya, seorang user itu mempunyai masalah yang sangat besar dan krisis kepercayaan pada dirinya sendiri. Mereka membutuhkan orang yang peduli terhadapnya, terutama orang yang paling dekat dengannya. Akan tetapi pada kenyataan, masyarakat cenderung mengucilkan user dan menganggap masalah itu adalah masalah dia sendiri.


5. TANDA-TANDA REMAJA AKAN TERJERUMUS NARKOBA
Hal yang harus diwaspadai jika remaja menunjukkan beberapa gejala ini, yaitu:
1. Perubahan perilaku pada dirinya
Biasanya gejala-gejala ini akan terlihat sangat menonjol dan Nampak sangat ganjil. Ia mengalami perubahan yang amat berbeda dengan sebelum ia mencoba narkoba. Bisa jadi ia lebih tertutup atau merasa cepat gelisah.
2. Jadi pemalas
Karena narkoba juga berefek pada organ tubuh, orang yang mencoba narkoba akan merasa mengalami perbedaan pada tubuhnya sehingga ia enggan berbuat banyak hal karena rasa ketidaknyamanan pada tubuhnya itu.
3. Mudah tersinggung
4. Pintar berbohong
Orang yang sudah terlanjur mencoba narkoba dan kecanduan akan sering banyak menyimpan rahasia karena rasa takut jika ia ketahuan mengkonsumsi narkoba.
5. Suka bolos sekolah
6. Pembangkang
7. Ditemukan kertas paper, padahal ia bukan perokok
8. Ditemukan jarum suntik di dalam kamarnya
9. Perubahan pola tidur
Karena narkoba berpengaruh besar pada syaraf, maka syaraf yang mengaturnya untuk tidur pun terganggu dan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Tak jarang pecandu narkoba sering nampak lelah dan bermata merah karena kurang tidur.

6. CIRI-CIRI PECANDU NARKOBA
Ciri-ciri yang nampak pada tiap-tiap pengguna narkoba itu berbeda-beda tergantung dari jenis apa yang dikonsumsi.
• Ganja
- Mata merah
- Suka melantur
- Merasa senang, kadang juga sedih (tergantung pada pembawaan awal ketika mengkonsumsi ganja)
- Pembohong
• Putaw
- Kusam
- Mudah tersinggung
- Pemalas
- Pembohong
• Ekstasi
- Caranya berbicara melantur
- Hiperaktif
- Pemarah
- Pembohong
• Shabu-shabu
- Bicaranya tidak jelas
- Hiperaktif
- Pembohong

7. TAHAP-TAHAP KECANDUAN NARKOBA
Tidak semua orang yang menggunakan narkoba dapat dikatakan sebagai pecandu. Sebelum seseorang menjadi pecandu narkoba, ia akan melewati tahap-tahap berikut.
• User (pemakai coba-coba)
Remaja menggunakan narkoba pada waktu yang jarang dan hanya sekali-kali saja. Misalnya, menggunakan narkoba sebagai perayaan kelulusan, ulang tahun, dll. Di tahap ini, hubungan user dengan keluarga dan masyarakat masih baik-baik saja. Demikian juga dalam prestasi akademiknya. Hal itu dikarenakan si user masih dapat mengontrol dirinya.
• Abuser (pemakai iseng)
Di tahap ini, seorang user meningkatkan lagi intensitasnya dalam menggunakan narkoba. Narkoba mulai digunakan untuk melupakan masalah, mencari kesenangan, dan sebagainya. Di tahap ini, control diri seseorang mulai berkurang sehingga ia tampak sering bermasalah baik dengan keluarga, masyarakat,dan pendidikan. Konsentrasi mereka mulai melemah.
• Pecandu (pemakai tetap)
Pada tahap ini, seseorang akan kehilangan control sama sekali dalam penggunaan narkoba. Narkoba telah mengontrol mereka. Karena perilakunya sudah tidak terkontrol lagi, maka hubungan pengguna dengan orang lain sudah rusak.

8. TANDA-TANDA SAKAW
Sakaw adalah gejala di mana tubuh seorang pecandu menagih untuk menkonsumsi narkoba lagi. Dengan kata lain, pecandu mengalami kumat untuk minta narkoba lagi. Pada saat-saat ini, pecandu dihadapkan kepada situasi yang serba salah. Jika ia tidak segera mengkonsumsi narkoba, maka tubuhnya menjadi semakin sakit dan menjadi-jadi. Akan tetapi jika keinginan itu dituruti, maka ia tidak akan pernah bisa lepas dari narkoba dan akan selalu begitu. Tanda-tanda orang mengalami sakaw itu berbeda-beda, tergantung jenis narkoba apa yang digunakan.
• Obat jenis opiate: banyak keringat, sering menguap, gelisah, mata berair, gemetar, hidung berair, tak ada selera makan, pupil mata melebar, mual muntah, tulang atau otot sendi sakit, diare, panas dingin, tidak dapat tidur, tekanan darah naik.
• Obat jenis ganja: banyak berkeringat, gelisah, gemetar, tak ada selera makan, mual muntah, diare, tak dapat tidur (insomnia).
• Obat jenis amphetamine: depresif, gangguan tidur dan mimpi bertambah, merasa lelah.
• Obat jenis kokain: depresi, rasa lelah berlebihan, banyak tidur dan mimpi, gugup, ansietas, dan perasaan curiga.
• Obat jenis alcohol atau benzodiazepine: banyak berkeringat, mudah tersinggung, gelisah, murung, mual muntah, lemah, berdebar-debar, tangan gemetar, lidah dan kelopak mata bergetar, bila dehidrasi maka tekanan darah menurun dan seminggu kemudian dapat timbul kemungkinan halusinasi atau delirium.

9. DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Apabila dilakukan secara terus-menerus, penyalahgunaan narkoba akan berdampak kepada tiga hal, yaitu fisik, psikis, dan sosial.
1. Fisik
Akan terjadi perubahan pada tubuh secara kasat mata. Pecandu akan mudah mengantuk dan mudah lelah. Pecandu juga jadi sering melamun. Wajahnya tampak tidak segar dan tidak bersemangat. Organ tubuhnya kemungkinan terjadi kerusakan, seperti gagal ginjal, radang usus, lever, gangguan menstruasi, atau gangguan hormon lainnya, dan lain-lain. Pengguna putaw yang sering menggunakan jarum suntik (dispet) dapat tertular HIV maupun hepatitis apabila menggunakan jarum suntik secara bergantian atau juga berhubungan seks dengan orang yang telah tertular pada saat dirasuki narkoba tersebut.
Dalam sebuah seminar tentang narkoba yang diadakan oleh GRANAT, seorang mantan pecandu narkoba mengaku bahwa ketika sakaw, ia bahkan bisa menyakiti tubuhnya sendiri. Ketika sudah tidak ada lagi uang untuk membeli narkoba, sugesti dalam pikirannya mempengaruhi dia agar dia melukai tangannya sendiri dengan silet. Setelah darahnya keluar, ia menghisap darahnya karena ia bersugesti bahwa kandungan putaw yang tadinya ia suntikkan melalui darah masih ada. Bahkan lebih ekstrimnya, ia melukai lidahnya sendiri sehingga sekarang lidahnya rusak karena bekas perbuatannya saat sakaw.
2. Psikis
Sering sekali terjadi perubahan perilaku pada pecandu narkoba secara sangat menonjol dan bertolak belakang dari perilaku mereka sebelumnya. Pola pikiran mereka sederhana saja, hanya berkisar bagaimana cara mendapatkan ‘barang’ (narkoba) di saat yang akan datang. Biasanya muncul khayalan yang tidak jelas pada pecandu, ketakutan yang berlebihan (paranoid), ada pula kemungkinan gangguan kejiwaan secara permanen, malas berpikir, dan sugesti merasa hebat dalam segala hal dari siapapun.
Mereka juga menjadi sangat mudah marah dan minder untuk bergaul. Perasaannya sangat sensitif. Terkadang tidak percaya diri. Intinya mereka sering sekali merasa gelisah seakan-akan takut jika diketahui menjadi pecandu narkoba.
Dampak secara psikis ini sangat tampak sekali pada pengguna psikotropika, terutama jenis halusinogen dan stimulan. Dampak pada psikis inilah yang paling sulit dipulihkan. Hal ini karena menyangkut kejiwaan serta sugesti yang selalu ingin mengulang apa yang pernah ia rasakan.
3. Sosial
Kecenderungan para pengguna narkoba dan pelaku peredaran gelap adalah tertutup dan masa bodoh dengan lingkungan. Mereka berkumpul hanya dengan satu komunitas, para pengguna narkoba saja. Mereka juga rapi dalam menjaga rahasia, cenderung menghindar dari pertemuan ilmiah atau keagamaan. Lebih sering berkumpul dalam keramaian, misalnya di tempat-tempat hiburan untuk mencari atau mengimbangi kesenangan dengan house music.
Dampak dari keluarga, yaitu ia mendapat krisis kepercayaan. Di lingkungan masyarakat, ia akan dikucilkan. Bahkan ia sangat mungkin dijauhi oleh teman-temannya setelah diketahui menggunakan narkoba karena selain menunjukkan perilaku yang cenderung tidak menyenangkan, teman-teman di sekelilingnya akan merasakan ketakutan ikut menjadi pecandu narkoba dan tertular virus HIV-AIDS apabila mendekati user.

10. KAPAN PENGGUNAAN NARKOBA TIDAK DILARANG?
Pembenaran penggunaan narkoba ini hanya mencakup kebutuhan medis dan lembaga-lembaga penelitian. Untuk dunia medis, narkotika biasa digunakan sebagai zat atau obat untuk mengurangi rasa sakit atau bahkan menghilangkan rasa sakit, sehingga sering digunakan pada saat melakukan pembedahan atau operasi. Karena hal inilah, narkotika juga dikenal sebagai obat bius.
Psikotropika secara medis kerap digunakan sebagai obat penenang untuk kasus-kasus depresi atau gangguan kejiwaan, susah tidur, dan lain-lain. Akan tetapi tidak semua narkotika dan psikotropika dapat digunakan untuk kebutuhan pengobatan. Narkotika dan psikotropika dibagi dalam golongan-golongan tertentu. Untuk narkotika dan psikotropika golongan 1, bahkan untuk golongan 2 tertentu, sama sekali tidak dipergunakan sebagai alat maupun sarana pengobatan.
Salah satu dari golongan narkoba yaitu kokain dipakai dalam sebuah minuman bersoda dunia dan hal itu dibenarkan karena kandungan kokain yang tersimpan dalam minuman tersebut tidak melebihi ambang yang ditentukan. Sehingga kita tidak akan mengalami gangguan apapun, kecuali kita mengkonsumsi minuman itu dalam jumlah berlebih.
Sesungguhnya pelarangan narkoba ini hanya mencakup peredaran gelap dan penyalahgunaannya, sebab penggunaan narkoba harus menggunakan ijin dari ahli yang berkompeten. Jika tidak, tentunya akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya jika digunakan oleh orang-orang awam.

11. SOLUSI
Di sini akan ditawarkan dua macam solusi, yaitu solusi yang berupa pencegahan (preventif) dan solusi yang dilakukan setelah remaja sudah telanjur mengkonsumsi narkoba (represif). Di sini tidak akan dibahas tentang bagaimana solusi yang harus dilakukan dari pemerintah akan tetapi solusi yang ditawarkan lebih menjurus kepada pribadi si pecandu dan lingkungan di sekitarnya, sebab undang-undang yang ada sekarang, betapa beratnya hukuman yang akan diganjarkan kepada si pecandu maupun pengedarnya, akan kurang berguna karena yang harus diubah dalam diri si pecandu adalah mindset-nya. Sebab pecandu yang masih terkena cenderung berpikiran, “Yang penting nikmat hari ini! Besok ya dipikir besok!” Sedangkan yang sudah terlepas, masih bisa tersugesti pikirannya untuk mencoba lagi karena godaan bisa saja datang setiap saat, terutama dari komunitas lamanya (komunitas pengguna narkoba dan pengedarnya). Oleh karena itu, komunitas yang lama harus dijauhkan dari mantan pengguna narkoba yang sudah berhasil melepaskan diri dari narkoba.

• Preventif
Solusi yang perlu oleh semua pihak, terutama oleh keluarga, dalam usaha pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah:
Jangan terlalu membebaskan anak dalam bergaul
Mungkin anak merasa akan terbatasi dan sangat tidak menyukainya. Tetapi kita harus memberikan pengertian kepada anak apa maksud dan untungnya dan anak juga tetap diberi kepercayaan dalam memilih teman dan tidak lupa untuk bertanggungjawab. Pengawasan orang tua amat penting untuk anak remaja, terutama karena masa-masa remaja tengah labil-labilnya.
Komunikasi dengan keluarga harus ditingkatkan lebih intens
Setiap hari keluarga harus menyempatkan waktu luang untuk berkomunikasi. Entah itu di meja makan atau saat santai menonton televisi. Keluarga menceritakan apa yang baru saja dialami sehari-hari dan masalah apa saja yang tengah mereka temui. Mungkin terdengar biasa saja, akan tetapi komunikasi bentuk ini jika dilakukan secara intens dapat meningkatkan hubungan batin keluarga.
Segi keamanan harus ditingkatkan

• Represif
Ketika solusi pencegahan di atas tidak mempan dan anak sudah terlanjur menjadi pecandu narkoba, maka cara yang dilakukan pun harusnya berbeda. Berikut ini adalah cara seorang user bisa lepas dari narkoba:
1. Niat
Menumbuhkan niat adalah kunci utama dalam melepaskan diri dari jerat narkoba. Apabila dalam diri seseorang sudah ditanamkan kuat bahwa ia harus pulih dan menjauhi narkoba, segawat apapun godaan dan sugesti untuk mencoba mengkonsumsi narkoba lagi pun akan tidak mempan. Oleh karena itu, kita harus memusatkan pada pikiran kita agar dapat mengkomando seluruh tubuh kita untuk menolak narkoba.
2. Mencari komunitas baru
Tentunya komunitas-komunitas positif yang dapat menjauhkan kita dari jerat narkoba. Agar tidak salah, kita perlu menyeleksi juga komunitas apa yang akan kita masuki. Jangan sampai kelihatan luarnya saja positif, tetapi setelah kita masuk di dalamnya, malah masuk ke kandang harimau. Komunitas ini penting artinya apalagi dalam hal dukungan untuk menjauhi narkoba. Dalam komunitas yang baru ini diharapkan akan ditemui orang-orang yang peduli dan memiliki perhatian lebih kepada si user.
3. Rehab
Kini telah banyak lembaga-lembaga rehabilitasi dibuka untuk para pecandu narkoba mengingat kecenderungan pecandu narkoba dari tahun ke tahun selalu bertambah. Bahkan banyak di antaranya menggabungkan terapi pemulihan dengan kegiatan keagamaan untuk pemulihan pecandu narkoba yang lebih mantap.
4. Harus berani untuk meninggalkan komunitas yang lama
Yang dimaksud dengan komunitas lama di sini adalah kawan-kawan user yang turut menjadi pecandu narkoba, karena pada umumnya user bisa mengenal narkoba dari orang lain yang umumnya adalah temannya. Kemudian mereka secara sengaja maupun tidak sengaja menjadi satu komunitas pecandu narkoba. Mustahil rasanya seorang user mengenal narkoba tanpa bantuan orang lain.
Dengan meninggalkan komunitas yang lama ini, diharapkan si user akan dijauhkan dari pengaruh-pengaruh jahat komunitas lama untuk mengkonsumsi narkoba lagi. Istilah si user dijauhkan dari godaan-godaan narkoba.
5. Mengikuti kegiatan-kegiatan positif
Di sini kita diajak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menyibukkan kita dan dapat mengalihkan perhatian kita agar otak kita tidak bersugesti untuk mengatakan, “Aku mau narkoba! Aku mau narkoba!”
6. Memperdalam iman. Kita harus menyadari bahwa kita adalah manusia yang lemah dan gampang terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Maka kita harus rajin berdoa dan juga tak lupa mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang akan menyadarkan kita agar tidak terjebak ke dalam nikmat dunia yang hanya sesaat.

Kesimpulan
• Mengatasi narkoba bukan saja tentang masalah memulihkan seorang pecandu, akan tetapi juga mencegah seseorang bisa terkena narkoba dan juga menghilangkan penyebaran narkoba atau membasmi akarnya (pengedarnya).
• Pada intinya, seorang user itu mempunyai masalah yang sangat besar dan krisis kepercayaan pada dirinya sendiri. Mereka membutuhkan orang yang peduli terhadapnya, terutama orang yang paling dekat dengannya. Akan tetapi pada kenyataan, masyarakat cenderung mengucilkan user dan menganggap masalah itu adalah masalah pengguna narkoba sendiri.

Saran
• Bagi keluarga, sebelum anak terkena pengaruh narkoba, sebaiknya memberikan perhatian yang cukup kepada anak terutama pada usia remaja. Di usia remaja yang sedang labil-labilnya, anak membutuhkan bimbingan dan sharing pengalaman dari orang tua. Orang tua harus mampu mengawasi anak tanpa si anak merasa bahwa orang tuanya itu terlalu overprotected.
• Jangan jauhi pengguna narkoba. Sebaiknya berikan dia kasih sayang dan tunjukkan kepedulian kita demi pulihnya dia dari pengguna narkoba. Lakukan pendekatan yang tidak seakan-akan mengadili dan terus memojokkan pengguna. Apabila kita semakin menyalahkan dan memojokkan pengguna, justru pengguna sendiri yang akan meninggalkan kita dan tidak memperdulikan kita. Apalagi kontrol dirinya sudah rusak karena narkoba.


DAFTAR PUSTAKA

Adisusanto, F.X., dkk. 2003. Perutusan Murid-Murid Yesus: Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK 2B. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Ghozali, Imam. 2006. Modul Seminar GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkoba) “Gerakan Berbasis Oragnisasi Napza dalam Melawan Penyalahgunaan Narkoba”.
Sukarno, Dhana. 2006. Modul Seminar GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkoba) “Mendeteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba”.
Willy, Heriadi. 2006. Modul Seminar GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkoba) “Pemahaman Narkoba Secara Singkat”.